WORKSHOP BURUH PREKARIAT TRANSNASIONAL DI PERKEBUNAN

Gagasan Pengorganisasian Buruh Industri Kelapa Sawit

Photo BHL2Hutan Rakyat Institute (HaRI) selama 3 hari, Selasa – Kamis, tanggal 17 – 19 Maret 2015 menyelenggarakan Workshop “Buruh Prekariat Transnasional di Perkebunan”. Kegiatan ini diselengarakan dengan dukungan dari Universitas Bonn – Jerman, Asien Haus, Misereor, Forest People Progran, dan Um Verteilen.

Workshop ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari buruh precariat transnasional yang berasal dari Malaysia dan Indonesia, aktivis buruh yang berasal dari Malaysia dan Indonesia, serta NGO yang concern dalam beragam issu antara lain issu perburuhan, buruh migran, perempuan, lingkungan, dan sawit. Dalam pembukaan Oliver Pye (Universitas Bonn) menyatakan sangat senang karena workshop dapat menghadirkan seluas mungkin elemen dan pihak-pihak yang concern dalam issu pengorganisasian buruh precariat transnasional.

Kegiatan ini sejak awal dirancang untuk bertukar gagasan mengenai pengorganisasian buruh lintas negara di industri kelapa sawit. Industri kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia hingga kini mempekerjakan jutaan buruh yang bekerja dengan upah murah, dalam kondisi yang penuh ketidakpastian (precarious) dan dibawah rezim tenaga kerja yang represif. Sebuah Industri yang beroperasi secara transnasional, seperti halnya perusahaan Malaysia yang beroperasi di Indonesia dan buruh migran Indonesia yang menopang sebagian besar kebutuhan angkatan kerja di Malaysia. Organisasi buruh independen dan serikat buruh perkebunan, meskipun telah muncul di Sumatra Utara dan di beberapa wilayah di Malaysia, namun masih lemah, jangkauan dan perspektifnya masih berlingkup lokal atau nasional. Sampai saat ini, belum ada pengorganisasian dan kampanye lintas negara, baik dengan melibatkan buruh migran di Malaysia maupun kampanye dengan target perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan Malaysia.

Kegiatan berbagi pengalaman pengorganisasian buruh di Industri kelapa sawit di berbagai daerah baik di Indonesia maupun Malaysia akan di ikuti dengan mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi berbagai kelompok buruh termasuk di dalamnya ketidak pastian (precarity) secara sosial dan juga represi secara politik, mendiskusikan gagasan dan bagaimana mengembangkan kampanye dan strategi pengorganisasian secara transnasional serta mengembangkan gagasan bagaimana menyambungkan isu perburuhan dengan isu lingkungan hidup serta isu agraria terkait dengan kampanye mengenai kelapa sawit. Diharapkan akan muncul gagasan bersama terkait gagasan pengorganisasian buruh precariat transnasional

Oleh : Wina Khairina