WORKSHOP Pekerja Harian Lepas Transnasional di Perkebunan

WORKSHOP
Pekerja Harian Lepas Transnasional di Perkebunan
Gagasan Pengorganisasian Buruh Industri Kelapa Sawit

HUTAN RAKYAT INSTITUTE (HaRI)
Didukung Oleh
Universitas Bonn, Asien Haus, Misereor, People Forest Program

Gedung LPMP, Medan, 17 – 20 Maret 2015

Workshop ini bertujuan untuk bertukar gagasan mengenai pengorganisasian buruh lintas negara di industri kelapa sawit. Industri kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia mempekerjakan jutaan buruh yang bekerja dengan upah murah, dalam kondisi yang penuh ketidakpastian (precarious) dan dibawah rezim tenaga kerja yang represif. Sebuah Industri yang beroperasi secara transnasional, seperti halnya perusahaan Malaysia yang beroperasi di Indonesia dan buruh migran Indonesia yang menopang sebagian besar kebutuhan angkatan kerja di Malaysia. Organisasi buruh independen dan serikat buruh perkebunan, meskipun telah muncul di Sumatra Utara dan di beberapa wilayah di Malaysia, namun masih lemah, jangkauan dan perspektifnya masih berlingkup lokal atau nasional. Sampai saat ini, belum ada pengorganisasian dan kampanye lintas negara, baik dengan melibatkan buruh migran di Malaysia maupun kampanye dengan target perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan Malaysia.

Workshop ini berharap dapat mengisi celah tersebut dengan secara eksplisit mengarah pada pertanyaan bagaimana melakukan pengorganisasian buruh secara transnasional. Workshop ini bertujuan untuk menghubungkan antara buruh dan aktivis serikat buruh dari berbagai wilayah di Indonesia dan Malaysia dengan aktivis LSM dan ormas yang terkait dengan isu kelapa sawit untuk mendiskusikan kesamaan, tantangan dan potensi untuk bersinergi. Tujuannya adalah untuk melibatkan sebanyak mungkin buruh dan serikat buruh dan menghubungkan mereka dengan organisasi yang bekerja di isu kelapa sawit. Workshop ini akan dilaksanakan dengan sederhana, tempat acara yang sangat membumi serta menggunakan bahasa Indonesia untuk mendorong partisipasi maksimal dari akar rumput.

Tujuan :

Beberapa tujuan utama dari workshop ini adalah sebagai berikut

  1.  Untuk berbagi pengalaman pengorganisasian buruh di Industri kelapa sawit di berbagai daerah baik di Indonesia maupun Malaysia.
  2. Untuk mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi berbagai kelompok buruh termasuk di dalamnya ketidak pastian (precarity) secara sosial dan juga represi secara politik.
  3. Untuk mendiskusikan gagasan dan bagaimana mengembangkan kampanye dan strategi pengorganisasian secara transnasional.
  4. Untuk mengembangkan gagasan bagaimana menyambungkan isu perburuhan dengan isu lingkungan hidup serta isu agraria terkait dengan kampanye mengenai kelapa sawit.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Terlampir

Peserta

Workshop ini bertujuan mempertemukan tiga kelompok untuk bersama-sama mendiskusikan tema-tema transnasional yang saling beririsan ini

  1. Buruh

Buruh kelapa sawit adalah kelompok pertama, mewakili berbagai kelompok buruh yang berhubungan dengan penyelenggara kegiatan dari kerja-kerja sejak beberapa tahun sebelumnya. Gagasannya adalah menyertakan berbagai wilayah dan berbagai pengalaman untuk melakukan generalisasi dan perbandingan. Para buruh juga akan lebih memahami gagasan kelompok lain dengan menghubungkan dan membandingkan dengan pengalaman mereka sendiri

Indonesia (9 orang buruh): 2 Kelompok Buruh Perkebunan Sumatera, Kelompok Buruh Migran Langkat, Kelompok Buruh Migran Perempuan Makassar, 2 Kelompok Buruh Migran Lombok .

Malaysia (5 orang buruh): Kelompok Buruh Perkebunan Tawau, Kelompok Buruh Pabrik Paris, Kelompok Buruh Perkebunan Lahad Datu, Kelompok Buruh Perkebunan Jerocco, Kelompok Buruh Pabrik Sandakan

  1. Aktivis serikat buruh

Aktivis serikat buruh adalah kelompok kedua. Pengalaman pengorganisiran mereka di akar rumput sangat berharga dalam proses berbagi pengalaman ini. Menyambungkan inisiatif lokal dan nasional untuk memikirkan bagaimana membangun strategi transnasional adalah tujuan utama dari workshop ini.

Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (SBPI), Buruh Migran Jawa Timur, Serikat Buruh Perkebunan dan Industri Sabah (Malaysia), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Serikat Buruh Makanan Internasional (Asia-Pacific)

  1. LSM dan aktivis keadilan lingkungan hidup

LSM dan gerakan sosial di Indonesia mempunyai pengalaman yang luas bekerja di persoalan kelapa sawit dan sebagian sudah mulai mengaitkan dengan persoalan perburuhan. Para aktivis akan dikumpulkan bersama-sama untuk membagikan pengalaman mereka mengenai strategi pengorganisiran secara transnasional serta sinergi dan konflik antara persoalan perburuhan and lingkungan hidup.

HAPSARI, Sawit Watch, Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (SBPI), WALHI, Solidaritas Perempuan (SP), Serikat Petani Indonesia (SPI), Tenaganita (Malaysia), Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), Forest Peoples Programme (UK), TUK Indonesia.

Output

Workshop ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan yang sedang dilakukan oleh penyelenggara serta organisasi yang berpastisipasi dan harapannya dapat menginspirasi koordinasi kerja lanjutan bagi mereka yang terlibat. Hasil dari workshop ini sengaja ditujukan untuk memudahkan beberapa langkah lanjutan antara lain:

  1. Terbitan berdasarkan prosiding workshop dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jerman (Asienhaus Hintergrundpapier) mengenai persoalan perburuhan di industri kelapa sawit dan menunjukkan temuan awal serta gagasan mengenai dinamika spasial dalam mengorganisir potensi dan tantangan, akan ditulis oleh akademisi cum aktivis yang terlibat.
  2. Film pendek untuk tujuan pengorganisiran
  3. Pertemuan untuk “melaporkan” balik kepada kelompok-kelompok buruh dan organisasi yang terlibat untuk menghasilkan keputusan dan kontribusi dalam mengembangkan inisitif untuk pengorganisiran yang lebih konkrit
  4. Pertemuan koordinasi lanjutan dengan organisasi yang terkait dengan isu kelapa sawit dan serikat buruh di Jerman untuk mendiskusikan perspektif buruh dalam kampanye terhadap isu kelapa sawit
Share :