DPRDSU: Ribuan Hektar Hutan Mangrove Pantai Timur Asahan Hancur Dibabat Pengusaha

Komisi A DPRD Sumut menegaskan, sedikitnya ribuan hektar hutan mangrove di kawasan bibir Pantai Timur di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan telah hancur dibabat oknum pengusaha asal Tanjungbalai demi kepentingan pribadi, kemudian disulap menjadi lahan perkebunan sawit.
Penegasan itu diungkapkan anggota Komisi A DPRD Sumut yang juga anggota dewan Dapem (daerah Pemilihan) Asahan dan Tanjungbalai H Syamsul Hilal kepada wartawan, Minggu (19/9) di Medan menanggapi hancur-leburnya ribuan hektar hutan mangrove di kawasan Pantai Timur Asahan.
Sudah sangat mengkuatirkan aksi pembabatan hutan Mangrove secara illegal di Asahan, sedikitnya ribuan hektar hutan telah hancur, kemudian dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan sawit oleh oknum pengusaha dari Tanjung Balai yang dikenal sangat arogan dan memiliki koneksi kepada oknum-onum pejabat tinggi, ujar Syamsul Hilal.
Menurut Syamsul, aksi pembabatan hutan yang dilakukan oknum pengusaha tersebut jelas sudah melanggar hukum, sebab sesuai dengan peta hutan dan undang-undang kehutanan, kawasan yang dirambah termasuk wilayah HPT (hutan produksi terbatas). Jika ingin dialih-fungsikan harus melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku, yakni harus ada izin dari Departemen Kehutanan.
Tapi ini tidak, oknum pengusaha sawit tersebut seenaknya saja menghancuri hutan mangrove tanpa mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga kita mendesak aparat penegak hukum khusunya Kepolisian dan Polisi Kehutanan segera menangkap para perambah dan menyita seluruh alat-alat beratnya dari lokasi hutan, tegas Syamsul Hilal.
Dikatakan Wakil Ketua F-PDI Perjuangan ini, berdasarkan catatan dari Dinas Kehutanan Asahan, hutan Mangrove di bibir Pantai Timur saat ini sudah habis dibabat mencapai 40 persen dan telah dialih-fungsikan menjadi kebun sawit, sehingga semua pihak harus ikut bertanggung-jawab untuk menghentikan aksi keganasan oknum pengusaha dimaksud.
Memang, Polisi Kehutanan Asahan baru-baru ini telah melakukan razia di lapangan dan berhasil menyita alat berat dan saat ini mereka juga sedang memeriksa pemiliknya. Jika hasil penyelidikan nantinya terbukti bersalah, pelakunya segera diserahkan ke Polres untuk proses hukum, ujar Syamsul seraya menambahkan Komisi A juga telah menghubungi Poldasu agar secepatnya menangkap oknum perambah hutan Mangrove dimaksud.
Dalam kasus pembabatan hutan Mangrove ini, Syamsul juga berharap kepada seluruh aktivis lingkungan hidup untuk ikut berperan aktif mengawasi aksi para perambah hutan secara illegal, agar hutan di Sumut yang akhir-akhir ini terus diluluh-lantakkan oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab dapat terselamatkan.

Sumber

Share :