6.000 Ha Hutan Lindung Dirambah di Karo Berneh

B. KURNIA PARGAULAN. KARO BERNEH. Hampir 6.000 ha kawasan hutan lindung Register 7/K Deleng Cengkeh di Kecamatan Lau Baleng dan Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo dirambah warga. Seorang diduga pelaku perambah berinisial KG (40) diamankan warga beserta barang bukti mesin Chainsaw, tapi dia kemudian melarikan diri dari tangan petugas saat sibawa ke lokasi [Senin 31/8].

Warga mencurigai KG sering melakukan penebangan kayu dengan menggunakan mesin chinsaw di Hutan Banjar 8 Desa  Rimobunga (Kecamatan Mardingding). Atas kecurigaan itu, Koran Sebayang beserta warga Dusun Genting lainnya mengamankan KG beserta 1 mesin chainsaw Minggu lalu dan langsung melaporkannya kepada Kepala UPT Dinas Kehutanan Lau Baleng.

Untuk memastikan kebenaran dugaan itu, beberapa petugas Dinas Kehutanan membawa KG ke lokasi di Piangi Desa Rimobunga. KG kemudian berpura-pura ijin  buang air kecil dan selanjutnya melarikan diri.

Kepala UPT Dinas Kehutanan Lau Baleng, Bernad Sihombing yang dikonfirmasi wartawan [Jumat 4/9] di Lau Bakeng membenarkan bahwa, sampai saat ini, diperkiraan 6.000 ha kawasan hutan lindung Regiter 7/K deleng cengkeh telah dirambah warga. Untuk memastikan data luas hutan yang telah dirambah, pihak kehutanan sedang melakukan verifikasi ulang.

Menurut Bernad, lokasi yang telah dirambah warga benar sesuai peta kerja sebagian lokasi yang sudah digarap berada di daerah kawasan hutan lindung.

“Namun, upaya memastikan benar atau tidak, sudah diambil titik koordinat melalui GPS untuk diserahkan ke Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) yang akan memastikan titik lokasinya memang berada di hutan lindung atau tidak,” kata Bernad Sihombing.

Bernad membenarkan bahwa KG melarikan diri setelah berpura-pura ijin buang air kecil di sebuah gubuk. KG langsung diburu namun tak ditemukan lagi. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Mardingding.

Kapolsek Mardingding AKP Daniel Sembiring didampingi Kanit Reskrim Aiptu Bastanta Tarigan dikonfirmasi saat meninjau lokasi [Kamis 3/9] ke Desa Rimobunga, membenarkan bahwa kawasan hutan lindung di Banjar 8 dan Piangi telah dirambah oleh oknum pengusaha dari daerah lain yang luasnya mencapai ratusan hektar. Perambahan hutan tersebut terus berlanjut sampai saat ini. Bahkan ada lokasi yang telah dikuasai dan ditanami dengan tanaman jeruk, coklat dan lainnya.

“Tindak lanjut laporan UPT Dinas Kehutanan Lau Baleng telah dilakukan pengecekan ke lokasi bahkan beberapa saksi pemilik hardtop yang sengaja mengangkut tanaman bibit jeruk ke sebuah lokasi di Banjar 8 Desa Rimau Bunga. Barang bukti lainnya sudah diamankan adalah 1 unit mesin chainsaw milik KG serta beberapa batang beroti dan bibit jeruk yang masih dalam polibek untuk keperluan penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

 

Sumber

Share :