Burung-burung Kehilangan Sarang: Kisah Tiga Kampung dalam Konflik Agraria

Judul: Burung-burung Kehilangan Sarang: Kisah Tiga Kampung dalam Konflik Agraria

Penulis: Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga

Penyunting: Anna Mariana

Penerbit: Pustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia

ISBN: 978-602-8384-89-6

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)

Sumber

Share :