ALIANSI BUMI RUMAH KITA : “SELAMATKAN BUMI DARI BENCANA PERUBAHAN IKLIM”

Medan, 5 Desember 2015

 

United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menyelenggarakan konferensi para pihak yang ke-21 (COP 21) di Paris, Prancis,  pada 30 November sampai 11 Desember 2015. Pertemuan antara pemimpin negara-negara du
nia ini memiliki arti strategis bagi masa depan iklim bumi karena para negara pihak yang hadir akan  menyusun kesepakatan baru yang bertujuan menekan laju pemanasan global hingga 2 derajat melalui pembuatan kesepakatan yang mengikat negara-negara pihak secara hukum (legally binding agreement) yang akan berlaku bagi semua Negara pihak termasuk Indonesia dan komitmen secara nasional masing-masing negara pihak tentang seberapa besar kontribusi mereka dalam menangani perubahan iklim.

12301525_1290991667593289_3183566402781274570_n

COP 21 menjadi sangat relevan di tengah kencangnya laju krisis bumi yang sedang berlangsung saat ini. Beberapa krisis lingkungan aktual yang secara langsung mempunyai sumbangsih besar terhadap terjadinya krisis bumi antara lain, terjadinya pembakaran hutan (lahan) yang terjadi secara besar-besaran dan berkelanjutan di Indonesia, bencana banjir yang berkelanjutan terutama di kota-kota besar, terjadinya pemanasan global yang berakibat pada kematian umat manusia di berbagai belahan dunia seperti seperti di India, bencana kekeringan yang berakibat kematian dan krisis pertanian. Krisis bumi lainya adalah kenaikan permukaan air laut dan peningkatan bencana badai di berbagai belahan bumi.

12314091_1290991160926673_4684366526637808607_n

Sumatera Utara juga sedang mengalami berbagai krisis lingkungan. Diantaranya adalah terjadinya banjir besar dan berkelanjutan di berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Utara seperti Medan, Labuhan Batu, Pematang Siantar dan Asahan. Konversi hutan untuk tambang, perkebunan dan hutan tanaman industri, terjadinya bencana asap akibat kebakaran hutan, tata kelola sampah yang buruk, ketergantungan petani pada pemakaian obat-obatan pertanian seperti pestisida dan penggunaan bahan tambang batubara untuk pembangkit listrik.

Krisis lingkungan di Sumut tidak lepas dari kehadiran dan operasional beberapa korporasi besar yang secara terus-menerus melakukan eksploitasi terhadap bumi. Perusahan tersebut di antaranya adalah PT. Toba Pulp Lestarai (TPL), PT. Dairi Prima Mineral (DPM), PT. Agincourt Resources, PT. Sorik Mas Mining (SMM), PT.  Gorga Duma Sari (GDS), PT. Aquafarm, PT. Gruti, PT. Teluk Nauli, perkebunan skala besar yakni Sinar Mas, Wilmar dan lain sebagainya.

Berdasarkan uraian di atas, “ALIANSI BUMI RUMAH KITA” mendesak sebagai berikut:

Kepada COP 21 di Paris 2015:

  1. Memastikan lahirnya kesepakatan tentang perubahan iklim  yang mengikat negara-negara pihak secara hukum;
  2. Menuntut semua negara pihak untuk mengurangi emisi karbon dalam negaranya masing-masing;
  3. Memastikan komitmen dukungan dari negara-negara pengemisi karbon untuk mitigasi dan adaptasi iklim;

 

Kepada Pemerintah Indonesia

  1. Implementasikan secara konsekuen Inpres No. 8 tahun 2015 Tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut;
  2. Meninjau ulang semua ijin yang berada di kawasan hutan, baik itu ijin perkebunan, HPH, HTI dan pertambangan;
  3. Cabut ijin dan adili perusahaan pembakar hutan, termasuk pejabat pemberi ijin di hutan gambut.
  4. Mewujudkan penggunaan energi terbarukan

 

Kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

  1. Meminta Pemprovsu untuk merekomendasikan penutupan PT.Toba Pulp Lestari (TPL);
  2. Tegakkan hukum dalam kasus kriminal hutan Tele oleh PT. Gorga Duma Sari (GDS);
  3. Cabut ijin perambahan hutan di Nias oleh PT. Gruti dan PT. Teluk Nauli;
  4. Cabut ijin PT. Dairi Prima Mineral di kawasan hutan Kabupaten Dairi;
  5. Selamatkan hutan Batang Toru dan Taman Nasional Batang Gadis dari eklpoitasi tambang antara lain PT. Sorik Mas Mining dan PT. Agincourt Resources;
  6. Selamatkan seluruh daerah aliran sungai di Sumatera Utara.

 

ALIANSI BUMI RUMAH KITA

JPIC Kapusin Medan, Caritas PSE Medan, KDAS, GKPPD Youth-UEM, Rumah Jangga, KMK St. Ign. de Loya UNIKA, BAKUMSU, HaRI, PDPK, Petrasa, YBAI, DKD, PUSBAKUM,TEMPLOK, KMK Nomensen, PMKRI, KMK St. Albertus Magnus, Mahatala Nomensen, WALHI Sumut, MHI, REPALA, YAPEKAT, KSPPM, Bitra, KPHSU, ELSAKA, Fitra Sumut, YEL, Jendela Toba, Jalin d Toba, LBH Medan, Kalihid, Pekat, BPRPI, AMAN Sumut, Pusaka Indonesia, Teplok, Samudra, Repala Indonesia, Genetika UISU, PKPA, FPK, LPM Suluh, Gemma, LAPK, DNSU

Share :