Peluncuran Buku Inkuiri Nasional Komnas HAM Hak Masyarakat Adat Atas Wilayahnya di Kawasan Hutan

DSC_0317

Jakarta, 16 Maret 2016. Komnas HAM melaksanakan peluncuran buku “Inkuiri Nasional Komnas HAM Hak Masyarakat Adat Atas Wilayahnya di Kawasan Hutan”. Ini adalah hasil kerja Inkuiri Nasional yang sudah di mulai sejak Mei 2014. Kegiatan ini hadiri oleh ratusan masyarakat sipil dan masyarakat adat serta instansi pemerintah.

Peluncuran ini menurut Abdon Nababan dari AMAN  (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) sangat penting bagi masyarakat adat. Kerja keras banyak pihak selama 2 tahun akhirnya melahirkan buku yang akan menjadi rekomendasi bagi Komnas HAM untuk mengawal advokasi kebijakan bagi masyarakat adat.

Irjen Basariah Panjaitan, Ketua KPK menyebutkan bahwa Inkuiri Nasional ini di inisiasi karena temuan KPK bahwa terdapat kerugian negara sebesar Rp. 2,2 milyar/kasus perijinan kehutanan. Dan setidaknya terdapat 8 milyar/tahun kerugian negara untuk mal administrasi perizinan kehutanan.  Hal ini juga menyebabkan tingginya konflik-konflik kasus perizinan terkait kehutanan. Ia mengatakan,

“Kita mengharapkan dari hasil laporan ini agar menjadi masukan untuk pembuat kebijakan. Dari 40 kasus masyarakat adat yang di bawa ke Inkuiri Nasional, hingga saat ini di temukan bahwa tidak ada kebijkan yang hingga saat ini berpihak pada masyarakat”.

Mewakili Komnas HAM, M. Imdadun Rahmat, melalui 5 buku yang di hasilkan oleh Inkuiri Nasional tersebut adalah upaya terus menerus yang dilakukan oleh Komnas HAM untuk menghormari dan memenuhi hak-hak masyarakat di sekitar hutan. Hanya sedikit saja kasus-kasus yang bisa di pantau dan dimediasi oleh Komnas HAM sesuai mandat UU.  Untuk itu, Inkuiri Nasional ini tidak di tujukan untuk menyelesaikan kasus perkasus, tetapi mendorong penyelesaian dan mediasi nasional terkait hak masyarakat adat terkait wilayahnya di kawasan hutan.

 Teten Masduki, Kepala  Staff Presiden juga menyampaikan sambutannya. Peluncuran buku ini di isi juga dengan pemutaran film, testimoni dari Mama Do (Masyarakat Adat Suku Aru dari Kepulauan Aru, Maluku) dan Bapak Masrani (Masyarakat adat Suku Muara Tae dari Kalimantan Timur.

Talk show peluncuran buku ini menghadirkan pembicara Enny Soeprapto, PhD sebagai Komisioner Inkuiri Nasional, Prof. Dr. Ir. Hariadi Kartodiharjo, MS sebagai Komisioner Inkuiri Nasional, Saur Tumiur Situmorang, SH, MCD sebagai Komisioner Inkuiri Nasional, Noer Fauzi Rahman sebagai Staf Ahli Presiden, dan Bambang mewakili Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

 Selain Komnas HAM, masyarakat sipil yang ikut mendukung “Inkuiri Nasional Komnas HAM Hak Masyarakat Adat Atas Wilayahnya di Kawasan Hutan” ini adalah Komnas Perempuan, AMAN, Sajogyo Institute, Huma, Infis, Epistema dan banyak NGO lokal di seluruh nusantara. Hutan Rakyat Institute (HaRI) sendiri terlibat khususnya dalam persiapan Inkuiri Nasional di Regio Sumatera, tutor penulisan etnografi masyarakat adat di Regio Sumatera, dan penguat testifier untuk Regio Sumatera dan Regio Kalimantan. (Wina Khairina, Hutan Rakyat Institute).

Klik pada gambar sampul buku untuk mengunduh

10342434_10154053610194540_3646786840738275300_n

Judul : Inkuiri Nasional Komisi Nasional Hak Asasi Manusia tentang Hak Masyarakat Hukum Adat di Kawasan Hutan

Penulis : Tim Inkuiri Nasional Komnas HAM

Penerbit : Komnas HAM

Citasi : Tim Inkuiri Nasional Komnas HAM. 2016. Inkuiri Nasional Komisi Nasional Hak Asasi Manusia tentang Hak Masyarakat Hukum Adat di Kawasan Hutan. Jakarta (ID): Komnas HAM.

 

 

 

 

1917452_10154053610909540_5892283862743923262_n

Judul : Pelanggaran Hak Perempuan Adat dalam Pengelolaan Kehutanan

Penulis : Arimbi Heroepoetri, Aflina Mustafainah, Saur Tumiur Situmorang

Penerbit : Komnas HAM

Citasi : Heroepoetri A, Mustafainah A, Situmorang ST. 2016. Pelanggaran Hak Perempuan Adat dalam Pengelolaan Kehutanan. Jakarta (ID): Komnas HAM.

 

 

 

 

 

1930802_10154053611344540_5549759177701008125_n

Judul : Konflik Agraria Masyarakat Hukum Adat di Kawasan Hutan

Penyunting : Eko Cahyono, Ana Mariana, Siti Maimunah, Muntaza Erwas, Yesua Y.D.K Pellokila, Wina Khairina, Saurlin Siagian, Nani Saptariyani, Nurhaya J.Panga, Erasmus Cahyadi, Nia Ramdhaniaty

Penerbit : Tim Inkuiri Nasional Komnas HAM

Citasi : Cahyono E, Mariana A, Maimunah S, Muntaza E, Pellokila YYDK, Khairina W, Siagian S, Saptariyani N, Panga NJ, Cahyadi E, Ramdhaniaty N (ed.). 2016. Konflik Agraria Masyarakat Hukum Adat di Kawasan Hutan. Jakarta (ID): Komnas HAM.

 

 

 

944865_10154053611514540_1608297538818610210_n

Judul : Petikan Pembelajaran Inkuiri Nasional – Membuka Jalan bagi Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Penulis : Atikah Nuraini

Penerbit : Komnas HAM

Citasi : Nuraini A. 2016. Petikan Pembelajaran Inkuiri Nasional – Membuka Jalan bagi Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Jakarta (ID): Komnas HAM.

Share :