Sarma Hutajulu Tinjau Langsung Tanah Adat Matio

WhatsApp-Image-20160719 (1)

Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara, Sarma Hutajulu meninjau wilayah adat Masyarakat Adat Matio.

Hari itu (Juma’t, 15 Juli 2016) sekitar pukul 16.00 puluhan masyarakat Matio berkumpul di Gereja HKBP Matio. Tempat yang disepakati sebagai lokasi pertemuan dalam rangka reses Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara, Sarma Hutajulu.

Acara dimulai dengan kata sambutan dari ketua komunitas Mas. Adat Matio dan dilanjutkan dengan penjelasan dari Sarma. Selepas Sarma menjelaskan terkait reses yang dilakukan, 2 orang warga langsung berdiri menyampaikan pendapatnya.

‘Kami Masyarakat Matio menegaskan bahwa tanah itu harus kembali. Karena kami juga perlu hidup dan itu sumber hidup kami disini’ ujar PD Siagian

‘Bahkan sumber air minum kami juga sudah turut diracuni. Lokasi sekitar sumber air itu sudah disemprot perusahaan dengan pestisida. Itu sudah tidak bisa lagi kami minum karena sudah beracun’ timpal PS Siagian

Sementara itu, mewakili suara perempuan Op. MS mengatakan bahwa lokasi perumahan sampai kuburan leluhur mereka pun tak luput dari ‘invasi’ eukaliptus.

WhatsApp-Image-20160719 (2)

Paling utama dohot naporlu, parjabuan name pe nga disuani eukalippus. Laos dohot kuburan ni oppung nami pengatong dihancurhon. Jadi parate-atehon hamu ma hami inang. Molo boi langsung nian tabereng tu lapangan

(Paling penting dan yang utama, lokasi perumahan kami pun sudah turut ditanami eukaliptus. Bahkan kuburan oppung kami pun turut dihancurkan. Jadi tolong perhatikan kami, kalau bisa kita lihat langsung ke lapangan)’ tambahnya

Mendengar hal tersebut, Sarma langsung mengusulkan agar pertemuan dipersingkat agar bisa meninjau secara langsung ke lapangan. Sekitar pukul 18.10 Wib, Sarma bersama seluruh peserta pertemuan akhirnya meninjau secara langsung bagaimana kondisi tanah adat dan lokasi pekuburan yang memang sudah ‘dikepung’ oleh eukaliptus. (*ES)