Release Pers AMAN Tano Batak: Hentikan Kriminalisasi Terhadap Pejuang Tanah Adat!

 

Setelah upaya kriminalisasi terhadap empat orang Masyarakat Adat Huta Matio, Desa Parsoburan Barat Kecamatan Habinsaran Kab. Tobasa oleh Polisi Resort Tobasa. Kini Masyarakat Adat Huta Tukko Nisolu, Desa Parsoburan Barat juga menjadi korban kriminalisasi. Dirman Rajagukguk (53) yang merupakan Raja Huta Tukko Nisolu dengan gigih memperjuangkan wilayah adat Tukko Nisolu yang kini dikuasai oleh PT Toba Pulp Lestari Tbk tanpa sepengetahuan Masyarakat Adat di Huta Tukko Nisolu.

Upaya kriminalisasi terhadap Dirman Rajagukguk berawal ketika beliau sedang bekerja diladangnya untuk membersihkan lahan agar bisa ditanami ubi kemudian membakar sampah sisa rumput kering dan serpihan kayu sisa batang ubi . secara tiba-tiba dua orang dari pihak TPL datang menghampirinya dengan memberitahu bahwa lahan yang sedang diusahai adalah milik TPL. Lantas Dirman Rajagukguk menanggapi pernyataan pihak TPL dengan menjelaskan bahwa lahan yang sedang diusahai tersebut merupakan wilayah adat titipan leluhurnya.

Pada 4 Oktober 2016 Dirman Rajagukguk menerima surat panggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Dalam surat panggilan tersebut Dirman dituduh membakar Hutan sesuai dengan perkara tindak pidana “ Setiap orang dilarang membakar hutan”  sebagaimana dimaksud dalam pasal 50 ayat ( 3  ) huruf d Yo pasal 78 ayat ( 3 ) UU RI No. 41 tahun 1999 tentang kehutanan, yang terjadi pada hari kamis 30 Juni 2016 sesuai dengan aduan pihak TPL ke Polres Tobasa.

Perlu diketahui bahwa Dirman Rajagukguk pada tanggal 30 Juni 2016 sejak pagi hingga malam mengikuti pesta pernikahan saudaranya di Tukko Nisolu. Sedangkan tuduhan membakar hutan yang dialamatkan kepadanya juga tidak masuk akal karena sudah tidak ada lagi hutan yang tersisa di areal perladangan yang sedang diusahainya karena sudah terlebih dahulu dibabat oleh Indorayon sebelum berganti nama menjadi TPL untuk ditanami eucalyptus.

Pemeriksaan sebagai saksi dihadiri oleh Dirman Rajagukguk pada 5 Oktober 2016. Kemudian pada 30 Oktober beliau menerima surat panggilan II dimana statusnya ditingkatkan sebagai tersangka. Oleh Dirman Rajagukguk menghadapi pemeriksaan sebagai tersangka pada 31 Oktober 2016.

Oleh sebab itu kami meminta kepada aparat Kepolisian Resort Tobasa untuk bertindak profesional dalam menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan oleh pihak TPL. Upaya kriminalisasi terhadap pejuang tanah adat harus segera dihentikan.

Share :