PD AMAN Tapanuli Utara telah Terbentuk

Medan, Rabu, 13 September 2017, Ahmad Simanjuntak terpilih sebagai Ketua AMAN Tapanuli Utara untuk memimpin PD AMAN Tapanuli Utara, ujar Roganda Simanjuntak, Ketua PW AMAN Tano Batak. Roganda menyampaikan bahwa Ahmad terpilih dalam proses Musyawarah Daerah I  Aliansi Mayarakat Adat Nusantara Kabupaten Tapanuli Utara yang diselenggarakan pada Senin, 11 September 2017. Kegiatan Musyawarah Daerah I ini bertempat  di komunitas masyarakat adat Ranggitgit, kecamatan Parmonangan, Tapanuli Utara.

WhatsApp Image 2017-09-13 at 10.52.24

Ahmad menyampaikan, “Rangkaian acara Musyawarah Daerah diawali dengan seminar, kemudian dilanjutkan dan di lanjutkan dengan Musyawarah Daerah. Acara ini di hadiri oleh 400 peserta dari 5 komunitas masyarakat adat di tapanuli utara, pemerintah setempat dan pemuda”.

Acara MUSDA di awali dengan penyambutan tamu dan undangan yang disambut dengan tor-tor diiringi gondang. Acara seminar  dengan judul ‘Percepatan peraturan Daerah tentang Masyarakat Adat di Tapanuli Utara, Putusan MK No. 35 yang mengatakan Hutan Adat Bukan lagi Hutan Negara’ yang di mulai pada pukul 10.00 wib. “Sesi seminar ini di hadiri oleh lima pembicara, Abdon Nababan (Dewan Aman Nasional Region Sumatera),  Kapolres Tapanuli Utara Bapak Jonius Taripar Hutabarat, Victor Siagian (Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Tapanuli Utara), Maradona Simanjuntak (DPRD Tapanuli Utara Komisi A), dan yang terakhir Roganda Simanjuntak (Ketua BPH AMAN Tano Batak)”, ujar Ahmad Simanjuntak.

Abdon Nababan sebagai pembicara pertama terkait kebijakan Perlindungan masyarakat Adat di Indonesia. Dalam pemaparannya Abdon Nababan menjelaskan bahwa “Perjuangan masyarakat adat sudah membuahkan hasil, semenjak di gugatnya UU kehutanan no. 41 tahun 1999  ke Mahkamah Konstitusi, dan membuahkan hasil sesuai dengan putusan MK.35 tahun 2012 yang mengatakan Hutan adat bukan lagi Hutan Negara”. Dalam kesempatan ini Abdon Nababan “Memohon kepada Pemerintah Tapanuli Utara yang diwakili oleh dinas Lingkungan Hidup dan DPRD Tapanuli Utara untuk segera Mengeluarkan Perda Pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di Tapanuli Utara”.

Pembicara kedua dilanjutkan oleh Bapak Roganda Simanjuntak, dalam kesempatan ini Roganda Simanjuntak menerangkan tentang situasi masyarakat adat di Tapanuli Utara. Ia menyatakan “Semenjak di tetapkannya hutan adat sebagai hutan Negara, kemudian datangnya perusahaan indorayon/TPL, yang merusak dan menghilangkan keberadaan masyarakat adat di Tapanuli Utara, karena seluruh tata ruang wilayah adat dirusak, pohon-pohon kemenyan yang menjadi  sumber kehidupan bagi masyarakat adat di habis tebangi dan di gantikan dengan pohon ekaliptus. Disamping itu masuknya agama secara pelahan menghilangkan adat, tradisi dan budaya batak. Dalam kesempatan ini juga bapak Roganda Simanjuntak meminta masyarakat adat untuk hidup dengan tidak melupakan adat dan budaya dan tetap berjuang mempertahankan dan menjaga tanah adat titipan leluhur untuk dititipkan kepada anak dan cucu”.

Pembicara selanjutnya Bapak Jonius Taripar Hutabarat, Kapolres Tapanuli Utara. Dalam kesempatan ini Jonius Taripar Hutabarat menghimbau “Masyarakat untuk tetap menjaga ke kondusifan di kampung dan jangan mudah terprovokasi oleh pihak lain, dan bila ada konflik terjadi coba di selesaikan dengan jalan damai dan jangan main hakim”.

Pembicara selanjutnya Bapak Victor Siagian dari dinas Lingkungan Hidup, yang memaparkan tentang perkembangan Peraturan Daerah masyarakat adat di Tapanuli Utara. Ia menyampaikan “Perkembangan Perda di Tapanuli utara sudah rampung baik Perda dan kajian naskah akademik, sudah masuk ke legislasi daerah (DPRD Taput). Namun terkendala di dana APBD yang sedang di ajukan”.

Hal senada juga di samapaikan oleh Bapak Maradona Simanjuntak dari DPRD Tapu komisi A, bahwa “Perda masyarakat adat di Tapanuli Utara belum rampung karena terkendala di dana, sementara pengajuan Perda ini sudah masuk dalam Prolegda tahun 2016.  Penting agar masyarakat adat di tapanuli utara masih harus tetap berjuang untuk mempertahankan dan menjaga wilayah adat, dan ikut serta dalam mendorong percepatan Perda Pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di Tapanuli Utara”.

Acara selanjutnya di lanjutkan dengan Musyawarah daerah I Tapanuli Utara, dalam Musda ini melahirkan pemimpin baru, Darwis Manalu sebagai ketua Dewan Aman Daerah dan Ahmad Simanjuntak terpilih sebagai ketua Pengurus daerah periode 2017-2022.